Minggu, 27 Desember 2009

PENDUDUK SURGA YANG BERJALAN DI BUMI


Dengan air wudhu yang membasahi wajahnya, seorang pris bersahaja itu memasuki masjid. Ia sebagaimana orang-orang pada umumnya, sebenarnya biasa-biasa saja jika dilihat dari enampilan luarnya. Namun pada saat itu semua mata orang-orang di dalam masjid tertuju padanya.

Apa keistimewaan dan kelebihan laki-laki itu? Dialah seorang calon penghuni surga, sebagaimana diisyaratkan Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya. "Sebentar lagi seorang penghuni surga akan masuk kemari, " demikian sabda nabi SAW menginformasikan kepada sahabat (M.Quraish Shihab, lentera hati . 1997)

Tentu saja , informasi nabi SAW mengenai seorang calon penghuni surga membuat banyak orang merasa penasaran dan bertanya-tanya. Akhirnya, setelah tiga hari berturut-turut sejak Nabi SAW menginformasikan mengenai calon penghuni surga, hanya Abdullah Ibnu 'Amr yang berusaha "memeras otak" untuk mengobati rasa penasarannya.
"Saudara" demikian Abdullah menyapa calon penghuni surga, "telah terjadi kesah-pahaman antara aku dan orang tuaku, dapatkah aku menumpang dirumah anda selama tiga hari?"

Tentu, tentu...." Jawab si penghuni surga.
Niat baik Abdullah bin' Amr untuk berusaha 'mencuri' informasi apa gerangan amalan yang dilakukan calon penghuni surga ternyata sia-sia. Selama tiga hari tiga malam, si calon penghuni surga rupanya tetap tidak menunjukkan sesuatu yang istimewa. Tidak ada ibadah khusus , tidak ada puasa sunnah, tidak juga shalat malam secara istiqamah,dan seterusnya.
Si calon penghuni surga juga kepasar seperti halnya orang-orang yang kepasar setiap harinya, berdagang atau membeli sesuatu.

Karena Abdullah Bin' Amr merasa kehabisan akal cara mendapatkan "bocoran informasi" mengenai calon penghuni surga secara diam-diam, maka akhirnya ia berterus terang, "Apakah yang anda perbuat sehingga Anda mendapat jaminan surga?"

"Apa yang anda lihat itulah" ( Jawab si penghuni surga yang malah membuat bingung Abdullah bin 'Amr. Maka karena ia merasa tak bisa membongkar jawaban dari calon penghuni surga, Abdullah buru-buru segera mohon diri.

Untungnya , si calon penghuni surga segera menghentikan seraya menambah penjelasannya, "Apa yang anda lihat itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi yaitu, "SAYA TIDAK PERNAH MERASA IRI HATI TERHADAP SESEORANG YANG DIANUGERAHI NIKMAT OLEH TUHAN. TIDAK PERNAH PULA MELAKUKAN PENIPUAN DALAM SEGALA AKTIVITAS SAYA."

Abdullah Bin'Amr pun menganggukkan kepala seraya bergumam lirih, "Rupanya yang demikian itulah yang menjadikan Anda mendapat aminan surga."

Iapun segera mohon diri dari hadapan calon penghuni surga. Sambil berjalan, ia terus merenung , Mampukah menjalankannya?"

(Dikutip dari "Jika Surga Neraka (tak pernah) Ada; karya Wawan Susetya
=BC/02/12/2009=

0 komentar:

Posting Komentar