Minggu, 27 Desember 2009

Kebenaran Al_Quran - Air Masin & Air Tawar.. {01}




"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi ." (Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery'


pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer
dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut
putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di
seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan
alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.


Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut,
tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang
sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan
air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding
atau
membran yang membatasi keduanya.


Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk
mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di
tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya
halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu
setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan
yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.


Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim ,
kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu.

Profesor itu
teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat
Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan
Suez.

Ayat itu berbunyi "Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa
barzakhun laa yabghiyaan..."

Artinya: "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing .."

Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir ;

yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit;

dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.


Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya
dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara
sungai,di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan
air masin dari laut.

Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya
dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju min huma
lu'lu`u wal marjaan" artinya "Keluar dari keduanya mutiara dan
marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.


Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu,
melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah
dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun
oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum
ada
peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh
terpencil di kedalaman samudera.


Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad
yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata
bahwa AlQur'an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman
Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun
memeluk Islam.
Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena
teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung.

Shadaqallahu Al Azhim.

(sumber :Internet)

0 komentar:

Posting Komentar