Selasa, 05 Januari 2010

Bungee Jump



Bungee jumping atau yang dikenal juga dengan bungy jumping, merupakan salah satu olahraga pemacu adrenalin yang paling diminati. Bayangkan jika Anda dijatuhkan dari ketinggian ratusan kaki dari permukaan tanah dan berat tubuh Anda hanya di topang oleh seutas tali yang diikat di kaki maupun pinggang. Tetapi yang menarik dari olah raga ini bukan saat Anda melakukan lompatan, melainkan saat anda terpental kembali beberapa kali oleh tali elastis yang diikatkan tadi sampai energi tali benar-benar berhenti.



Kata bungee muncul sekitar tahun 1930 yang merupakan nama dari karet penghapus. Padahal dulunya, bungee dilakukan pertama kali bukan menggunakan tali karet, melainkan tali yang terbuat dari tanaman menjalar.



Chris Baker dari Bristol, Inggris yang terilhami cuplikan film buatan tahun 1950-an oleh David Attenborough dan kru BBC tentang "Penyelam Negri" Pulau Pantekosta di Vanuatu, yang menampilkan seorang pemuda yang melompat dari panggung kayu yang tinggi dengan tanaman menjalar diikatkan ke pergelangan kaki mereka sebagai tes keberanian; kemudian mengganti tanaman jalar menjadi karet elastis.



Pertama kalinya modern bungee ini dilakukan di Clifton Suspension Bridge, Bristol dengan ketinggian 250 kaki oleh 4 anggota dangerous sports club, yang dipimpin oleh David Kirke. Sayangnya sesaat setelah aksi itu mereka kemudian ditangkap. Tetapi kejadian itu tidak membuat mereka jera, mereka malah hijrah ke AS dan melakukan aksi-aksi menghebohkan di Golden Gate dan Royal Gorge Bridges yang kemudian menyebarkan konsep bungee ini keseluruh dunia. Bahkan pada 1982 mereka nekat melompat dari balon udara!



Operator bungee jumping pertama, A J Hackett yang berasal dari New Zealand melakukan lompatan perdana di Auckland's Greengithe Bridge tahun 1986 dan beberapa tahun berikutnya dia melakukan berbagai lompatan heboh dari berbagai jembatan bahkan struktur lain seperti menara eiffel. Inilah yang kemudian memunculkan cikal bakal bungge sebagai salah satu cabang olah raga dan juga menjadikan Hackett sebagai operator bungee komersial terbesar yang tersebar di beberapa negara.

Walau bahaya, bungee berada pada urutan tertinggi, tidak juga menghentikan jutaan lompatan yang berhasil dilakukan sejak 1980. Hal ini mengakibatkan operator bungee semakin ketat melakukan ritual-nya sebelum melakukan lompatan, seperti menyesuaikan berat badan dan panjang tali, bahkan kekuatan tali serta keelastisitasannya.

Sayangnya kecelakaan di olahraga ini cenderung aneh dan menakjubkan. Kecelakaan yang relatif terjadi adalah penggunaan tali yang terlalu panjang. Sebaiknya tali cukup lebih pendek daripada tinggi panggung loncatan untuk ruang merentang. So buat yang mencoba memang kudu punya nyali yang tinggi. Saya sendiri....gak berani hiyyy....

3 komentar:

Pipitta mengatakan...

hadeuuhh.. kalo saya mah justru yang paling mengerikan adalah pas lagi di atas sana, menatap ke depan, (ga boleh liat ke bawah ama operatornya) dan siap didorong jatuh ke depan...

hiyyyyyy... rasanya kayak orang mau bunuh diri lompat dari ketinggian 45 meter!!!

Pas meluncur turun itu kan talinya belum narik, jadi meluncur turun karena berat badan sendiri.. ihhhh mengerikaaaaan...

Pipitta mengatakan...

btw kok saya ga bisa komen pake id yang open id yah??

Putri Baiti Hamzah mengatakan...

pengen...pengen nyoba bungee jumping...salam kenal bunda...komen taarufku di blog bunda nih...

Posting Komentar