Rabu, 07 April 2010

Mukzizat Rasulullah




1. Kelahiran

Diriwayatkan dari Ibnu Sa’ad, dari ibunda Rasulullah, Aminah, berkata bahwa, “Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana di Syam.”


2. Saat Masih dalam Buaian

Halimah binti Abu Dzu’aib adalah ibu yang menyusui Rasulullah. Diriwayatkan dari Ibnu Ishaq, bahwa Halimah pernah bercerita, bahwa suatu hari ia pergi dari negerinya bersama suami dan anaknya yang masih bayi dan beberapa wanita dari sukunya. Tujuan mereka adalah mencari anak yang bisa disusui.

Halimah mulai berkisah, “Itu terjadi pada masa panceklik, tak banyak kekayaan kami yang tersisa. Aku pergi sambil naik keledai betina berwarna putih milik kami dan seekor onta yang sudah tua dan tidak bisa lagi diperah walau setetespun. Sepanjang malam kami tidak pernah tidur karena harus meninabobokan bayi kami yang terus menerus menangis karena kelaparan. Air susuku juga tak bisa diharapkan. Sekalipun kami masih tetap mengharapkan adanya uluran tangan dan jalan keluar. Aku pergi sambil menunggangi keledai betina milik kami dan hampir tak pernah turun dari punggungnya hingga kondisi keledai itupun semakin lemah.

Akhirnya kami serombongan tiba di Mekkah dan kami langsung mencari bayi yang bisa kami susui. setiap wanita dari kami ditawari untuk menyusui Muhammad, pasti menolaknya setelah kami tahu bahwa dia adalah anak yatim. Tak mengherankan, sebab yang kami harapkan dengan menyusui bayi mereka adalah imbalan yang cukup memadai dari ayah si bayi. Kami semua berkata, “Dia anak yatim”. Tak ada pilihan lain bagi ibu dan kakek Muhammad karena kami tidak menyukai keadaannya.

Hingga pada saat rombongan kami ingin pulang, akulah satu-satunya wanita yang belum berhasil menemukan bayi yang ingin disusui. Aku berkata kepada suamiku, “Demi Allah, aku tak akan kembali dengan kalian tanpa membawa seorang bayi yang kususui. Demi Allah, aku benar-benar akan mendatangi anak yatim itu dan membawanya pulang.”

Maka aku pun menemui bayi itu (Rasulullah) dan aku siap membawanya pulang. Sesaat setelah menggendongnya, seakan-akan aku tidak kewalahan karena mendapat beban yang lain. Aku segera kembali menghampiri hewan tungganganku. Dan pada saat puting susuku kusodorkan kepadanya, bayi itu dengan lahapnya menyedot air susuku hingga kenyang. Anak kandungku sendiri juga bisa menyedot air susunya sepuasnya hingga kenyang. Setelah itu, keduanya tertidur pulas.

Suamiku kemudian menghampiri ontanya yang sudah tua. Ternyata air susunya menjadi penuh. Maka kamipun memerahnya. Suamiku bisa meminum air susu onta kami, begitupun denganku, hingga kami benar-benar kenyang. Malam itu adalah malam yang terasa paling indah bagi kami.

Keesokan harinya, suamiku berkata kepadaku, “Demi Allah, tahukah kau, Halimah, kau telah mengambil satu jiwa yang penuh berkah.”

“Demi Allah, akupun berharap demikian.”

Kemudian kamipun siap-siap pergi dan akupun menunggangi keledaiku. Semua bawaan kami juga kunaikkan bersamaku di atas punggungnya. Demi Allah, setelah kami menempuh perjalanan sekian jauh, tentulah keledai-keledai rombongan lainnya tidak akan mampu membawa beban seperti keledaiku. Sehingga mereka berkata kepadaku, “Wahai putri Abu Dzu’aib, celaka kau. Tunggulah kami! Bukankah ini keledaimu yang kau bawa dulu bersama kami?”

Aku jawab, “Ya, demi Allah. Ini adalah keledaiku yang dulu.”

Kata mereka, “Demi Allah, keledaimu kini bertambah perkasa.”

Kami pun tiba di kampung halaman kami. Aku tidak pernah melihat sepetak tanah pun milik kami yang lebih subur saat itu. Domba-domba kami datang menyambut kedatangan kami dengan keadaan kenyang dan air susu yang penuh, sehingga kami bisa memerahnya dan meminum susunya. Sementara orang lain yang berusaha memerah susu hewan ternaknya sama sekali tidak mendapatkan susu walau setetespun. Sehingga mereka berkata garang kepada para penggembalanya, “Celaka kalian! Lepaskanlah hewan gembalaan kalian seperti apa yang dilakukan terhadap gembalaannya putri Abu Dzu’aib.” Namun domba-domba mereka pulang ke rumah tetap dalam keadaan lapar dan dengan kelenjar susu yang kosong. Sementara domba-dombaku pulang dalam keadaan kenyang dan kelenjar susunya penuh berisi. Kami senantiasa mendapatkan tambahan berkah dan kebaikan dari Allah selama dua tahun menyusui Muhammad. Lalu kami menyapihnya. Dia tumbuh sehat, tidak seperti bayi-bayi yang lain. Bahkan sebelum usia dua tahun pun dia sudah tumbuh besar.

Kemudian kami membawanya kepada ibunya, meskipun kami masih berharap agar anak itu tetap berada di tengah-tengah kami, karena kami dapat merasakan berkah yang dibawanya. Maka kami menyampaikan niat ini kepada ibunya.

Aku berkata kepadanya, “Andai saja kau sudi membiarkan anak ini tetap bersama kami hingga besar. Sebab aku aku khawatir dia akan terserang penyakit yang biasa menjalar di Mekkah.” Kami terus merayu ibunya agar dia berkenan membiarkan anak itu tinggal bersama kami lagi.”


3. Pembelahan Dada Rasulullah

Muslim meriwayatkan dari Anas, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam didatangi Jibril, yang saat itu Muhammad kecil sedang asik bermain-main dengan anak kecil lainnya. Jibril memegang beliau dan menelentangkannya. Lalu dia membelah dada dan mengeluarkan hati beliau.

Kemudian Jibril mengeluarkan segumpal darah dari dada beliau, seraya berkata, “Ini adalah bagian setan yang ada pada dirimu.” Lalu Jibril mencucinya dengan air zam-zam di dalam sebuah bejana dari emas. Setelah itu, Jibril menata dan memasukkannya kembali ke tempatnya semula.

Anak-anak kecil lainnya berlarian mencari ibu susuannya sambil berkata, “Muhammad dibunuh!” Mereka pun datang menghampiri beliau dan mendapatinya dengan wajah yang semakin berseri-seri.


4. Meminta Hujan dengan Wajah Rasulullah

Ibnu Asakir mentakhrij dari Julhumah bin Arfathah, dia berkata, “Tatkala aku tiba di Mekkah, orang-orang sedang dilanda musim panceklik. Orang-orang Quraisy berkata, ‘Wahai Abu Thalib, lembah sedang kekeringan dan kemiskinan melanda. Marilah kita berdoa meminta hujan.”

Maka Abu Thalib keluar bersama seorang anak kecil (Muhammad). Wajah anak kecil ituseolah-olah matahari yang membawa mendung, yang menampakkan awan sedang berjalan perlahan. Di sekitar Abu Thalib juga terdapat beberapa anak kecil lainnya. Dia membawa anak kecil (Muhammad) itu dan menempelkan punggungnya ke dinding Ka’bah. Jemarinya memegangi anak itu. Langit yang tadinya cerah, biru bersih warnanya, tiba-tiba saja dipenuhi awan gelap yang datang dari segala penjuru. Lalu turunlah hujan yang sangat deras. Lembah-lembah terairi dan ladang-ladang menjadi subur.

Abu Thalib mengisyaratkan hal ini ke dalam syair yang dibacakannya:
“Putih berseri meminta hujan dengan wajahnya
Penolong anak yatim dan pelindung wanita janda.”


5. Tanda-tanda Nubuwah

Pada saat Rasulullah berusia mencapai dua belas tahun, Abu Thalib mengajak beliau pergi berdagang ke Syam. Hingga tiba di Bushra, suatu daerah bagian Syam, ibukota Hauran, yang merupakan ibukota orang-orang Arab, sekalipun di bawah kekuasaan Romawi.

Di negeri ini terdapat seorang pendeta dengan sebutan Bahira, nama aslinya adalah Jurjis (Georges). Tatkala rombongan Abu Thalib singgah di daerah ini, maka sang Bahira menghampiri mereka dan mempersilakan mereka mampir ke tempat tinggalnya sebagai tamu kehormatan.

Bahira telah mengetahui Muhammad kecil kelak akan menjadi utusan Allah padahal sebelumnya dia tidak pernah keluar. Tapi dia dapat mengenalnya dari tanda-tanda dan sifat-sifat yang ada pada Muhammad kecil. Dia kemudian memegang tangan anak kecil itu sambil berkata, “Orang ini adalah pemimpin semesta alam. Anak ini akan diutus Allah sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam).”

Abu Thalib bertanya, “Dari mana kau tahu hal itu?”

Bahira menjawab, “Sebenarnya sejak kalian tiba di Aqabah, tak ada bebatuan atau pepohonan pun melainkan mereka tunduk bersujud. Mereka tidak sujud melainkan kepada seorang nabi. Aku bisa mengetahuinya dari cincin nubuwah yang berada di bagian bawah tilang rawan bahunya. Cincin nubuwah itu berbentuk seperti buah apel. Kami juga bisa mendapatkan tanda itu di dalam kitab kami.”

Bahira kemudian meminta Abu Thalib mengirim kembali Muhammad kecil ke Mekkah dan tidak membawanya ke Syam untuk menghindar dari orang-orang Yahudi. Maka Abu Thalib menyetujuinya dan mengirim Muhammad kecil kembali ke Mekkah bersama beberapa pemuda.


6. Rasulullah Terlindungi dari Maksiat Baik Sebelum Pengangkatannya Menjadi Rasul Maupun Setelahnya

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menghimpun sekian banyak kelebihan dari berbagai lapisan manusia selama pertumbuhan beliau. Dengan fitrahnya yang suci, beliau mengamati lembaran-lembaran kehidupan, keadaan manusia dan berbagai golongan. Sifat kefitrahan inilah yang membawa dirinya menjadi seseorang yang memiliki sifat Al Furqan (pembeda yang baik dan buruk). Beliau merasa risih terhadap khufarat dan menghindarinya. Beliau berhubungan dengan manusia dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dan keadaan mereka. Jika tujuannya adalah kebaikan, maka beliau mau bekerja sama. Jika tidak, maka beliau lebih senang dengan kesendiriannya.

Beliau tidak mau minum khamr (minuman keras) dan tidak mau makan daging hewan yang disembelih untuk berhala. Beliau juga tidak mau menghadiri upacara atau pertemuan untuk menyembah patung-patung dan berhala lainnya. Bahkan sejak kecil, beliau senantiasa menghindari jenis penyembahan yang bathil seperti ini, sehingga tidak ada sesuatu yang lebih beliau benci selain daripada penyembahan terhadap berhala. Dan hampir-hampir beliau tidak sanggup menahan kesabaran tatkala mendengar sumpah yang diatasnamakan untuk Lata dan Uzza (nama berhala pada zaman beliau).

Ibnu Atsir meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda, “Tidak pernah terlintas dalam benakku suatu keinginan untuk mengikuti kebiasaan orang-orang Jahiliyah kecuali hanya dua kali. Namun kemudian Allah menjadi penghalang antara diriku dengan keinginan itu. Setelah itu aku tidak lagi berkeinginan sedikitpun sehingga Allah memuliakan aku dengan risalah-Nya.

Suatu malam aku pernah berkata kepada seorang pemuda yang sedang menggembala kambing bersamaku di sebuah bukit di Mekkah. Aku berkata kepadanya, “Tolong awasilah kambing-kambing gembalaanku, karena aku hendak masuk Mekkah dan hendak mengobrol di sana seperti yang dilakukan para pemuda yang lain.”

“Aku akan melaksanakannya,” kata pemuda rekanku.

Maka aku beranjak pergi. Di samping rumah pertama yang kulewati di Mekkah, aku mendengar suara tabuhan rebana. “Ada apa ini?” Aku bertanya.

Orang-orang menjawab, “Perhelatan pernikahan Fulan dan Fulanah.”

Aku ikut duduk-duduk dan mendengarkan. Namun Allah menutup telingaku dan aku langsung tertidur, hingga aku terbangun karena sengatan matahari esok harinya. Aku kembali menemui rekanku dan dia langsung menanyakan keadaanku. Maka aku mengabarkan apa yang terjadi. Pada malam lainnya aku berkata seperti itu pula dan aku melakukan hal yang sama. Namun lagi-lagi aku mengalami kejadian yang sama seperti malam sebelumnya. Maka setelah itu aku tidak lagi ingin berbuat hal yang buruk.”


7. Al Qur’anul Karim

Mu’jizat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang paling utama dan hingga hari ini masih bisa disaksikan manusia sepanjang zaman adalah Al-Quranul Karim dan keberadaan syariat Islam itu sendiri. Sebab sampai hari ini tak seorang pun yang mampu menjawab tantangan Al-Quranul Karim untuk membuat sebuah buku yang setara dengannya.

Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami , buatlah satu surat yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.(QS.Al-Baqarah : 23)

Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Qur'an itu”, Katakanlah: “Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.”(QS.Huud : 13)

Tak terhitung orang yang ingin menjawab tantangan Al-Quranul Karim sepanjang zaman, tapi semua mundur teratur dengan penuh malu. Sebab setiap kali ada yang maju menjawab tantangan, yang mentertawakan bukan hanya muslimin, melainkan sesama kafirin pun ikut mentertawakannya. Padahal mereka sama-sama memusuhi Al-Quranul Kariem.


8. Tongkat yang Dapat Mengeluarkan Cahaya

Imam Ahmad bin Hambal menceritakan dari Abu Sa'id al-Khudri dan membenarkan bahwa Rasulullah telah memberi Qatada bin Nu'man suatu tongkat disuatu malam diwaktu hujan dan gelap, sambil berkata: "Tongkat ini akan menerangi sekitarmu sejauh tujuh meter. Saat kamu sampai di rumah,kamu akan melihat bayang-bayang hitam yang sebenarnya adalah syetan. Usir dia agar meninggalkan rumahmu. "Qatada pergi dengan tongkat yangmemancarkan cahaya seperti tangan tangan Musa bersinar. Saat Qatada sampai di rumah, ia melihat orang yang diuraikan Nabi dan ia mengusirnya pergi.


9. Tongkat yang Berubah Jadi Pedang

Pada perang Badar, yang menjadi sumber kekaguman, pedang Ukkasha bin Mihsan al-Asad rusak saat sedang memerangi para penyembah berhala. Rasulullah memberi dia sebuah tongkat sebagai pengganti pedangnya yang patah dan berkata padanya untuk berperang dengan tongkat itu. Tiba-tiba dengan kuasa Allah tongkat itu berubah menjadi pedang putih panjang. ia berkelahi dengan pedang itu dan tetap memakainya sampai dia mati syahid dalam pertempuran Yamama. Peristiwa ini tidak terbantah sebab Ukkasha menjadi sangat bangga akan pedangnya sehingga sepanjang hidupnya pedang itu dikenal luas dengan ‘Sang Pembantu’.

Ibn Abd Albarr, salah satu ulama brilian pada waktunya, meriwayatkan dan membenarkan bahwa Abdullah bin Jahsh, seorang keponakan Rasulullah yang pedangnya patah pada perang Uhud. Rasulullah memberi dia sebuah tongkat yang menjadi pedang saat digenggamnya. Ibn Jahsh berperang dengan pedang itu dan hasil mu'jizat itu tetap menjadi pedang setelah perang usai. Bertahun-tahun kemudia, seperti yang diriwiyatkan oleh Ibn Sayyid al Nas dalam riwayat hidup Nabi yang ditulisnya, pedang itu dijual pada seorang laki-laki yang bernama Buqhai Turki dengan harga dua ratus dirham.

Dua pedang itu adalah mu'jizat seperti tongkat Musa. Bedanya mu'jizat tongkat Musa hilang setelah Musa wafat, sedang kedua pedang itu tetap menjadi pedang setelah Rasulullah wafat.

Senin, 05 April 2010

Kisah Kesabaran dan Kecerdikan Ummu Sulaim (Ibunda Anas bin Malik)


Ummu Sulaim adalah salah seorang shahabiyah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nama sebenarnya adalah Al Ghumaisha’ binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir. Dia adalah ibu dari Anas bin Malik, pelayan Rasulullah yang setia menemaninya kapan pun dan di mana pun.

Ini adalah kisah tentang kesabaran yang dimilikinya.

Setelah pernikahannya dengan Abu Thalhah, Ummu Sulaim memiliki seorang anak yang bernama Abu Umair. Namun, pada saat Abu Thalhah tidak ada di rumah, Abu Umair meninggal karena sakit.

Ummu Sulaim mengurus jenazah anaknya, Abu Umair, sendiri, tanpa Abu Thalhah. Lalu dia berpesan kepada orang-orang yang menghadiri pemakaman Abu Umair, “Jangan ada seorang pun dari kalian yang mengabarkan tentang hal ini kepada Abu Thalhah.”

Ummu Sulaim pulang ke rumah sambil memikirkan bagaimana caranya memberitahukan Abu Thalhah soal kematian anaknya. Dia tidak ingin membuat sedih suaminya. Cukup dia saja yang merasakan kesedihan yang mendalam atas kematian anaknya yang masih kecil itu.

Tibalah saatnya Abu Thalhah pulang ke rumah. Dia menanyakan kepada istrinya, Ummu Sulaim, tentang keadaan anak mereka. Karena yang dia tahu saat meninggalkan rumah, anaknya itu dalam keadaan sakit. Maka pada saat pulang dia langsung menanyakan keadaan anak yang sangat disayanginya itu.

Ummu Sulaim menjawab, “Dia dalam keadaan sangat tenang.” Kemudian dia menyiapkan makanan dan melayani suaminya sebaik mungkin.

Pada malam itu Ummu Sulaim betul-betul memanjakan Abu Thalhah. Mereka melewatkan satu malam yang sangat indah.

Setelah melihat wajah Abu Thalhah yang sangat bahagia, Ummu Sulaim merasa sudah saatnya dia memberitahukan keadaan anaknya yang sebenarnya.

“Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu jika ada sebuah keluarga meminjam sesuatu, lalu memanfaatkannya, tetapi saat diminta kembali mereka tidak menyukainya?” tanya Ummu Sulaim kepada Abu Thalhah.

“Tentulah mereka tidak adil,” jawab Abu Thalhah.

Ummu Sulaim tersenyum kecil dan menatap dalam suaminya. “Tahukah kau! Abu Umair, anakmu, adalah pinjaman dari Allah. Dan kini Allah telah mengambilnya kembali.”

Terjadi pergolakan dalam hati Abu Thalhah. Dia sangat sedih mendengar berita kematian anak yang sangat disayanginya. Dia sebenarnya ingin marah kepada istrinya karena hampir sehari semalam dia merahasiakan tentang berita yang sepenting ini. Tapi rasa ingin marah itu segera diredamnya. Dia kembali berpikir, jika dia memarahi istrinya maka itu hanya akan menambah kesedihan yang dirasakan istrinya. Dia tahu istrinya juga sangat menyayangi Abu Umair dan sangat sedih setelah kematiannya. Justru dia seharusnya menghargai apa yang dilakukan istrinya itu karena telah menghibur dirinya, memanjakannya, dan membuatnya bahagia sebelum berita ini didengarnya.

Sungguh, kesabaran dan ketabahan Ummu Sulaim telah mengalahkan kemarahan Abu Thalhah.

Abu Thalhah kemudian beristirja’ (mengucapkan ‘innaa lillahi wa innaa ilaihi raji’uun) dan memuji Allah. Lalu berkata, “Demi Allah, aku tidak akan membiarkanmu mengalahkanku dalam hal kesabaran.”

Keesokan harinya, Abu Thalhah menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menceritakan apa yang telah terjadi semalam. Mendengar kata-kata Abu Thalhah, Rasulullah pun bersabda, “Semoga Allah memberkati malam kalian berdua.”

Beberapa saat kemudian, Ummu Sulaim baru mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung. Doa Rasulullah terkabulkan. Akhirnya kesabarannya berbuah manis. Allah mengambil kembali Abu Umair lalu menggantinya dengan seorang anak yang lain bagi pasangan Abu Thalhah dan Ummu Sulaim.

Beberapa saat berlalu hingga tibalah saat Ummu Sulaim melahirkan bayinya. Sesosok bayi lelaki mungil yang tampan telah lahir. Ummu Sulaim lalu memerintahkan Anas untuk membawa bayi kecilnya kepada Rasulullah.

Setelah bertemu Rasulullah, Anas berkata, “Wahai Rasulullah, Ummu Sulaim telah melahirkan.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengunyah kurma dan mentahnik (membelah mulut bayi dengan kurma yang telah dilumatkan) bayi itu.

Anas kemudian berkata, “Berilah dia nama, wahai Rasulullah.”

“Namanya adalah ‘Abdullah,” kata Rasulullah.

‘Abdullah bin Abu Thalhah tumbuh menjadi seorang pemuda yang terbaik di kalangan kaum Anshar. Dari ‘Abdullah tersebut lahirlah banyak anak. ‘Abdullah tidak meninggal sehingga dia dikaruniai sepuluh anak yang semuanya hafal al-Qur-an, dan dia wajat di jalan Allah.

Sedekah Yang Tidak Terputus


Ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

1. Siapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya
2. Siapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya
3. Siapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya
4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya
5. Siapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung
6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya
7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :

1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)
2. Ilmu yang berguna dan diamalkan
3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya

Rabu, 31 Maret 2010

The Beauty of MAtheMazic

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321


1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111


9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888


Brilliant, isn't it?
And finally, take a look at this symmetry:


1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111=123456789 87654321
Suatu fenomena alam yang ramai diperbincangkan oleh khayalak dunia yaitu penemuan sungai di bawah laut, Cenote Angelita, Meksiko. Saya sudah melihat foto-foto sungai di bawah laut tersebut, sungguh menakjubkan. Keren banget loh. Namun pemberitaan mengenai Sungai di Bawah laut yang terlalu dibesar-besarkan nii menjadikan banyak perdebatan-perdebatan, hingga memasuki ranah kepercayaan (agama).


Pada suatu forum saya membaca artikel yang menyebutkan bahwa berita sungai bawah laut ini sudah disebutkan dalam Al Qur'an. Berikut ayatnya :


Kutipan:
Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (QS : Al Furqon 53)


Kutipan:
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS Ar Rahmaan : 19-20)

Juga ada yang mengatakan bahwa warna kecoklatan seperti air sungai itu merupakan lapisan gas hidrogen sulfida. Namun warna kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfide atau H2S. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.


Anatoly Beloshchin, adalah orang yang berhasil mengambil gambar 'sungai di dalam laut' dari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico.

Seperti dilansir crystalkiss.com, di kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut. Kondisi itu berubah dan penyelam kembali menemukan air laut mulai melewati kedalaman 60 meter.

Beberapa meter dari lokasi itu akan ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air itu.

Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan.

Tapi tunggu dulu, warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.

Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang.

"Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida," kata Anatoly.

Berbahaya

Fenomena sungai dalam laut Mexico dikhawatirkan bisa membahayakan biota laut. Meski masih dalam penelitian, gas hidrogen sulfida (H2S) di 'sungai jadi-jadian' itu tidak membahayakan manusia.

"H2S itu bersifat asam, apabila bercampur dengan air laut atau garam yang terkandung dalam air laut, maka gas itu bisa berbahaya bagi biota laut, namun tidak berbahya bagi manusia," kata Menristek Suharna Surapranata kepada VIVAnews.

Hal itu disampaikan Suharna Surapranata dalam pembukaan di The 4th GEOSS Asia – Pacific Symposium, Denpasar, Bali, Rabu 10 Maret 2010,

Kendati demikian, Suharna mengakui fenomena alam itu merupakan bagian dari vulkanologi atau studi tentang gunung berapi, lava, magma dan fenomena geologi yang berhubungan.

"Di Indonesia memang belum pernah terjadi, namun sangat mungkin fenomena itu terjadi karena hal itu merupakan fenomena alam, dan sejauh ini penelitian tentang sungai bawah laut belum selesai, dan masih melakukan pemetaan tematik," jelasnya.

Seperti diketahui, 'sungai' bawah laut yang terjadi di perairan perairan Cenote Angelita, Mexico, pada kedalaman 60 meter itu bukanlah sungai sebenarnya.

Warna kecoklatan seperti air sungai itu merupakan lapisan gas hidrogen sulfida. Namun warna kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar.

Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfide atau H2S. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.

Suasana dalam laut itu mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan. Ada pohon lengkap dengan dedaunan jatuh berguguran.

Tempayan Retak



Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh
merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setiap Orang Memiliki kekurangan


Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata
kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya” “mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu ?””Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuat mu rugi.”

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab,” Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu , majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan
retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud
tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita

Minggu, 28 Maret 2010

Pendapat para Tokoh Tetang Nabi Muhammad SAW


MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA ):

Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.


Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)

Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang,Islam-lah agama tersebut.”

Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan’
Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini. Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama,mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh
ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.

Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63.

Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan kekeagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini �€” dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”


MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)

Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur
kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad?

Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.

Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahya ngnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenang an (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma
rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”
(Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277)
“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan
mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.

Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut
setianya tapi juga oleh para penentangnya.
Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia,
teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut – hanya dengan kepribadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.”


K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”

Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.

Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.


PROF. (SNOUCK) HURGRONJE:

Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain.Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.

Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.


THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP

(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade. “Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.


EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the profession of ISLAM write:

Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).

Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.


SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):


Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: Allah Maha Besar… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.


DIWAN CHAND SHARMA:

Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya. (D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)


James A. Michener, “Islam: The Misunderstood Religion,” in READER’S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.


Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.

Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi Baca adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: Tiada tuhan selain Allah.

“Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa,

adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.
“Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keinginan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)


W. Montgomery Watt, MOHAMMAD AT MECCA , Oxford , 1953, p. 52.

Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad
Annie Besant, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras , 1932, p. 4.

“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”


Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London , 1874, p. 92.

Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire- nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya.
John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330

Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia


John Austin, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P.. ’s and Cassel ’s Weekly for 24th September 1927 .

Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.


Professor Jules Masserman

Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas- pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.).

Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama.

Terbukti, bukan hanya umat Islam saja yg menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebagai Messenger of God (Allah SWT).. dan sebagai panutan/suri tauladan kepada seluruh umat manusia..tapi umat non-muslim bahkan banyak tokoh dunia mengakui akan kualitas kepemimpinannya baik agama maupun dunia…tak lekang oleh zaman…pesannya bersifat universal melampaui suku, bangsa & negara dan umatnya semakin hari semakin bertambah.

Subhanallah. ..Maha suci Engkau ya Allah yg telah mengutus seorang Rasul/Nabi yg Ummi MUHAMMAD SAW. Tidak ada yg bisa kita berikan kepada manusia agung ini..kecuali shalawat serta salam untuk Rasulullah dan berharap bisa mendapat safa’at dari nya kelak. Amin

sumber : http://edyprayitno.wordpress.com/2008