Jumat, 12 Maret 2010

Facebook Alam Gaib

Ada-ada aja nih... dapat browsing di internet. Yuk ah ketawa ngakak.


Rabu, 10 Maret 2010

Kesedihan Orang Mati


Apa yang dikatakan pangeran kita alangkah benarnya.
Dari dunia ini SIAPA YANG SUDAH LEWAT,
Berduka, BUKAN DUKA KARENA KEMATIAN
Melainkan karena
HILANG KESEMPATAN UNTUK MELEBURKAN DIRI
Dia berkata : "MENGAPA SAYA TIDAK MENJADIKAN MATI ITU SEBAGAI TUJUAN? "
Jalan menuju KEKAYAAN ABADI tertutup, dan SAYALAH YANG SALAH
Saya tetapkan TUJUAN dengan PANDANGAN KABUR
Dan KUPUSATKAN UPAYA pada GAGASAN GAGASAN SEMU

KESEDIHAN ORANG MATI BUKANLAH PADA KEMATIANNYA
Melainkan karena KEHILANGAN KESEMPATAN MEMBUKA GERBANG
Sebelum memahami tarian busa dipermukaan laut.
Saya tak pernah mengerti MENGAPA mereka pergi kepantai.
Saat ombak melemparkan gelembung busa kepasir
Ambillah beberapa dan MINTALAH MEREKA MELIHAT KESEKITAR
Tanyalah mereka MANAKAH HASIL LOMPATAN DAN PUTARAN MEREKA?
KEMANAKAH ARAH GERAKANMU dipermukaan laut?
Kebisuan mereka akan mengatakan kepadamu,
JANGAN TANYAKAN KEPADA KAMI, TANYALAH LAUT
Bagaimana busa bergerak tanpa laut?
Bagaimana debu dapat beterbangan?

Kalau kau melihat debu, kau harus pula melihat angin
Kau lihat gelembung busa dan kau lihat pula gelembung laut
Dengan MEMPERHATIKANNYA SECARA SEKSAMA, KAU AKAN MEMAHAMI
JANGANLAH menatap JARINGAN, KULIT ATAU SELUBUNG
MAKA DISEBERANG YANG LAHIRIAH KAU AKAN MENEMUKAN SESUATU.
IKUTILAH PEMAHAMAN dari SEGALA PEMAHAMAN INI
PANDANGAN SEKILAS melihat sedepa dua depa saja dari jalanmu itu
Dengan PANDANGAN BERULANG-ULANG AKAN KAU TEMUKAN JALAN TUHAN

(RUMI)

Coin Ayah


Berbanggalah karena mempunyai ayah dan yang menjadi ayah..

Kisah seorang ayah yang mengharukan!

Yang ayah wariskan kepada anak-anaknya bukan kata-kata atau kekayaan, tetapi sesuatu yang tak terucapkan yaitu teladan sebagai seorang pria dan seorang ayah -Will Roger S


Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu..

Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi
sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh.
Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu,mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.

Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank.

Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar.
Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap.

"Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu." Setiap kali menyorongkankotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. "Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku.".

Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. "Sampai di rumah, kita isi botol itu lagi."
Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. "Kau akan bisa kuliah berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter," katanya. "Kau pasti bisa kuliah.. ayah jamin."

Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi.
Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.

Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat,ketekunan, dan keyakinan. Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.



Setelah menikah, kuceritakan kepada Susan, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan koin. Bahkan di musim panas ketika ayah diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di ambil dari botol acar itu.

Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku.
"Kalau kau sudah tamat kuliah," katanya dengan mata berkilat-kilat, "kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau."

Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka. Jessica menangis lirih. Kemudian susan mengambilnya dari pelukan Ayah.
"Mungkin popoknya basah," kata Susan, lalu dibawanya Jessica ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.

Susan kembali ke ruang keluarga denga mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar….

"Lihat," katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan,berdiri botol acar yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin. Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin.
Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan.

Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.


-----> : Sebuah cerita yang luar biasa bukan..???
Inilah sebuah cerita yang menunjukkan besarnya cinta seorang ayah ke anaknya agar anaknya memperoleh nasib yang jauh lebih baik dari dirinya. Tetapi dalam prosesnya, Ayah ini tidak saja menunjukkan cintanya pada anaknya tetapi juga menunjukkan sesuatu yang sangat berharga yaitu pelajaran tentang impian, tekad, teladan seorang ayah, disiplin dan pantang menyerah. Saya percaya anaknya belajar semua itu walaupun ayahnya mungkin tidak pernah menjelaskan semua itu karena anak belajar jauh lebih banyak dari melihat tingkah laku orangtuanya dibanding apa yang dikatakan orangtuanya.
Semoga cerita ini menginspirasi kita semua... (NN)

Kisah Siti Asiah istri Fir'aun Yang Shalehah dan Masyitoh


"Semoga muslimah sekalian bisa mengambil hikmah dan mengikuti jejak keduanya,
meninggal dalam keadaan teguh menggenggam "Tauhid." "

Alkisah di negeri Mesir, Fir'aun terakhir yang terkenal dengan keganasannya
bertahta. Setelah kematian sang isteri, Fir'aun kejam itu hidup sendiri tanpa
pendamping. Sampai cerita tentang seorang gadis jelita dari keturunan keluarga
Imran bernama Siti Asiah sampai ke telinganya.

Fir'aun lalu mengutus seorang Menteri bernama Haman untuk meminang Siti Asiah.
Orangtua Asiah bertanya kepada Siti Asiah :
"Sudikah anakda menikahi Fir'aun ?"
"Bagaimana saya sudi menikahi Fir'aun. Sedangkan dia terkenal sebagai raja yang
ingkar kepada Allah ?"
Haman kembali pada Fir'aun. Alangkah marahnya Fir'aun mendengar kabar penolakan
Siti Asiah.
"Haman, berani betul Imran menolak permintaan raja. Seret mereka kemari. Biar
aku sendiri yang menghukumnya !"

Fir'aun mengutus tentaranya untuk menangkap orangtua Siti Asiah. Setelah
disiksa begitu keji, keduanya lantas dijebloskan ke dalam penjara. Menyusul
kemudian, Siti Asiah digiring ke Istana. Fir'aun kemudian membawa Siti Asiah ke
penjara tempat kedua orangtuanya dikurung. Kemudian, dihadapan orangtuanya yang
nyaris tak berdaya, Fir'aun berkata:"He, Asiah. Jika engkau seorang anak yang
baik, tentulah engkau sayang terhadap kedua orangtuamu. Oleh karena itu, engkau
boleh memilih satu diantara dua pilihan yang kuajukan. Kalau kau menerima
lamaranku, berarti engkau akan hidup senang, dan pasti kubebaskan kedua
orangtuamu dari penjara laknat ini. Sebaliknya, jika engkau menolak lamaranku,
maka aku akan memerintahkan para algojo agar membakar hidup-hidup kedua
orangtuamu itu, tepat dihadapanmu."

Karena ancaman itu, Siti Asiah terpaksa menerima pinangan Fir'aun. Dengan
mengajukan beberapa syarat :
Fir'aun harus membebaskan orangtuanya.
Fir'aun harus membuatkan rumah untuk ayah dan ibunya, yang indah lagi lengkap
perabotannya.
Fir'aun harus menjamin kesehatan, makan, minum kedua orangtuanya.
Siti Aisyah bersedia menjadi isteri Fir'aun. Hadir dalam acara-acara tertentu,
tapi tak bersedia tidur bersama Fir'aun.
Sekiranya permintaan-permintaan tersebut tidak disetujui, Siti Asiah rela mati
dibunuh bersama ibu dan bapaknya.

Akhirnya Fir'aun menyetujui syarat-syarat yang diajukan Siti Asiah. Fir'aun
lalu memerintahkan agar rantai belenggu yang ada di kaki dan tangan orangtua
Siti Asiah dibuka. Singkat cerita, Siti Asiah tinggal dalam kemewahan Istana
bersama-sama Fir'aun. Namun ia tetap tak mau berbuat ingkar terhadap perintah
agama, dengan tetap melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

Pada malam hari Siti Asiah selalu mengerjakan shalat dan memohon pertolongan
Allah SWT. Ia senantiasa berdoa agar kehormatannya tidak disentuh oleh orang
kafir, meskipun suaminya sendiri, Fir'aun. Untuk menjaga kehormatan Siti Asiah,
Allah SWT telah menciptakan iblis yang menyaru sebagai Siti Asiah. Dialah iblis
yang setiap malam tidur dan bergaul dengan Fir'aun.

Fir'aun mempunyai seorang pegawai yang amat dipercaya bernama Hazaqil. Hazaqil
amat taat dan beriman kepada Allah SWT. Beliau adalah suami Siti Masyitoh, yang
bekerja sebagai juru hias istana, yang juga amat taat dan beriman kepada Allah
SWT. Namun demikian, dengan suatu upaya yang hati-hati, mereka berhasil
merahasiakan ketaatan mereka terhadap Allah. Dari pengamatan Fir'aun yang kafir.
Suatu kali, terjadi perdebatan hebat antara Fir'aun dengan Hazaqil, disaat
Fir'aun menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang ahli sihir, yang menyatakan
keimanannya atas ajaran Nabi Musa a.s. Hazaqil menentang keras hukuman
tersebut.

Mendengar penentangan Hazaqil, Fir'aun menjadi marah. Fir'aun jadi bisa
mengetahui siapa sebenarnya Hazaqil. Fir'aun lalu menjatuhkan hukuman mati
kepada Hazaqil. Hazaqil menerimanya dengan tabah, tanpa merasa gentar sebab
yakin dirinya benar.

Hazaqil menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan tangan terikat pada pohon
kurma, dengan tubuh penuh ditembusi anak panah. Sang istri, Masyitoh, teramat
sedih atas kematian suami yang amat disayanginya itu. Ia senantiasa dirundung
kesedihan setelah itu, dan tiada lagi tempat mengadu kecuali kepada
anak-anaknya yang masih kecil.

Suatu hari, Masyitoh mengadukan nasibnya kepada Siti Asiah. Diakhir pembicaraan
mereka, Siti Asiah menceritakan keadaan dirinya yang sebenarnya, bahwa iapun
menyembunyikan ketaatannya dari Fir'aun. Barulah keduanya menyadari, bahwa
mereka sama-sama beriman kepada Allah SWT dan Nabi Musa a.s.

Pada suatu hari, ketika Masyitoh sedang menyisir rambut puteri Fir'aun, tanpa
sengaja sisirnya terjatuh ke lantai. Tak sengaja pula, saat memungutnya
Masyitoh berkata : "Dengan nama Allah binasalah Fir'aun."

Mendengarkan ucapan Masyitoh, Puteri Fir'aun merasa tersinggung lalu mengancam
akan melaporkan kepada ayahandanya. Tak sedikitpun Masyitoh merasa gentar
mendengar hardikan puteri. Sehingga akhirnya, ia dipanggil juga oleh Fir'aun.
Saat Masyitoh menghadap Fir'aun, pertanyaan pertama yang diajukan kepadanya
adalah : "Apa betul kau telah mengucapkan kata-kata penghinaan terhadapku,
sebagaimana penuturan anakku. Dan siapakah Tuhan yang engkau sembah selama ini
?"

"Betul, Baginda Raja yang lalim. Dan Tiada Tuhan selain Allah yang sesungguhnya
menguasai segala alam dan isinya."jawab Masyitoh dengan berani.
Mendengar jawaban Masyitoh, Fir'aun menjadi teramat marah, sehingga
memerintahkan pengawalnya untuk memanaskan minyak sekuali besar. Dan saat
minyak itu mendidih, pengawal kerajaan memanggil orang ramai untuk menyaksikan
hukuman yang telah dijatuhkan pada Masyitah. Sekali lagi Masyitoh dipanggil dan
dipersilahkan untuk memilih : jika ingin selamat bersama kedua anaknya,
Masyitoh harus mengingkari Allah. Masyitoh harus mengaku bahwa Fir'aun adalah
Tuhan yang patut disembah. Jika Masyitoh tetap tak mau mengakui Fir'aun sebagai
Tuhannya, Masyitoh akan dimasukkan ke dalam kuali, lengkap bersama kedua
anak-anaknya.

Masyitoh tetap pada pendiriannya untuk beriman kepada Allah SWT. Masyitoh
kemudian membawa kedua anaknya menuju ke atas kuali tersebut. Ia sempat ragu
ketika memandang anaknya yang berada dalam pelukan, tengah asyik menyusu.
Karena takdir Tuhan, anak yang masih kecil itu dapat berkata, "Jangan takut dan
sangsi, wahai Ibuku. Karena kematian kita akan mendapat ganjaran dari Allah
SWT. Dan pintu surga akan terbuka menanti kedatangan kita."

Masyitoh dan anak-anaknyapun terjun ke dalam kuali berisikan minyak mendidih
itu. Tanpa tangis, tanpa takut dan tak keluar jeritan dari mulutnya. Saat
itupun terjadi keanehan. Tiba-tiba, tercium wangi semerbak harum dari kuali
berisi minyak mendidih itu.

Siti Asiah yang menyaksikan kejadian itu, melaknat Fir'aun dengan kata-kata
yang pedas. Iapun menyatakan tak sudi lagi diperisteri oleh Fir'aun, dan lebih
memilih keadaan mati seperti Masyitoh.

Mendengar ucapan Isterinya, Fir'aun menjadi marah dan menganggap bahwa Siti
Asiah telah gila. Fir'aun kemudian telah menyiksa Siti Asiah, tak memberikan
makan dan minum, sehingga Siti Asiah meninggal dunia.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Siti Asiah sempat berdoa kepada Allah
SWT, sebagaimana termaktub dalam firman-Nya :

"Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman,
ketika ia berkata : "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi_mu
dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan
selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (Q.S. At-Tahrim [66] : 11)

Demikian kisah Siti Asiah dan Masyitoh. Semoga muslimah sekalian bisa mengambil
hikmah dan mengikuti jejak keduanya, meninggal dalam keadaan teguh menggenggam
"Tauhid."

Selasa, 02 Maret 2010

Hidup Bahagia


Ingatlah lima peraturan sederhana ini untuk hidup bahagia

1. Bebaskan dirimu dari kebencian

2, Bebaskan pikiranmu dari kesusahan

3. Hiduplah secara sederhana

4. Berilah lebih

5. Kurangilah harapan

Tiada seorangpun yang bisa kembali dan mulai dari awal.
Setiap orang dapat mulai saat ini dan melakukan akhir yang baru.
Tuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa sakit,
tertawa tanpa kesedihan,
matahari tanpa hujan,
tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu,
kebahagiaan untuk air mata,
dan terang dalam perjalanan.

Kekecewaan bagai "polisi tidur",
ini akan memperlambatmu sedikit
tetapi kau selanjutnya akan menikmati jalan rata.

Jangan tinggal terlalu lama saat ada "polisi tidur".
Berjalanlah terus!

Ketika kau kecewa karena tidak memperoleh apa yang kaukehendaki,
terimalah dan bergembiralah,
karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk dirimu.

Saat terjadi sesuatu padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah

artinya.....

Ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan, mengajarmu
bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras menangis.

Kau tidak dapat memaksa seseorang mencintaimu,
apa yang dapat kau perbuat hanyalah membiarkan dirimu untuk dicintai,
selebihnya ada pada orang itu untuk menilai dirimu.

Ukuran cinta adalah saat kau mencintai tanpa batas.
Dalam kehidupan jarang akan kau temui seseorang yang kau cintai
dan orang itu mencintaimu juga.

Jadi sekali kau memperoleh cinta jangan lepaskan,
ada kemungkinan cinta itu tidak datang kembali.

Lebih baik kehilangan harga dirimu kepada orang yang mencintaimu,
daripada kehilangan orang yang kau cintai karena harga dirimu.

Kita selalu membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai
untuk dicintai atau melihat kesalahan2 pada orang yang telah kita cintai,
daripada malah seharusnya kita menyempurnakan cinta yang kita berikan.

Jika kau sungguh2 peduli pada seseorang,
janganlah kau mencari2 kekurangan2nya,
kau jangan mencari2 alasan,
kau jangan mencari2 kesalahan2nya.

Malahan, kau atasi kesalahan2 itu,
kau terima kekurangan2 itu,
dan jangan kau hiraukan alasan2 itu.

Jangan pernah meninggalkan rekan lama.
Kau tidak akan pernah mendapat penggantinya.

Persahabatan adalah bagai anggur,
tambah lama akan tambah baik

Hidup yang berarti


Berapa umur anda saat ini ?
25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun...
Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda ?
Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk menjalani kehidupan ?
Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba.
Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll.

Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup. Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika harus kita hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput... "Waktunya istirahat..makan-makan.." Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Panas betul hari ini...

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali kerja... Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat.

Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmatnya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...

Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini.

Waktunya makan malam tiba. Sang istri atau mungkin Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita. "Ohh..ada sop ayam". "Wah soto daging buatan Ibu memang enak sekali". Suami memuji masakan istrinya, atau anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan.

Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba. Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.

Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang.
Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.

Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernafas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas..sampai akhirnya maut menjemput.
Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas.

Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.
Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa... Kehidupan adalah... dll.

Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.
Berapa tahun anda telah melalui kehidupan anda ?
Berapa tahun anda telah menjalani kehidupan rutinitas anda ?
Akankah sisa waktu anda sebelum ajal menjemput hanya anda korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?

Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.

Hanya Tuhanlah yang tahu...

Pandanglah di sekeliling kita..ada segelintir orang yang membutuhkan kita.
Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama..
Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.

Bersyukulah pada-NYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini.
Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah. Dengan belajar, sharing, peduli dan memikirkan nasib sesama yang kurang beruntung dan masih banyak yang bisa dikerjakan oleh anda semua.

Lakukan yang terbaik (dan bermanfaat) selagi kita bisa

Senin, 01 Maret 2010

Mari Bercemin Pada Cody

Namanya ialah Cody McCasland.

Pada tanggal 2 Okt 2002, dokter memutuskan utk mengeluarkan sang janin Cody dari rahim ibunya, krn sang janin tidak lagi mengalami perkembangan. Cody dilahirkan secara Cesar, dan saat itu juga ayahnya melihat ada kelainan pada tubuhnya. Cody hanya memiliki 4 jari di kaki kanannya. Dokter memintanya agar tdk segera memberitahu istrinya, krn dia masih berada di kamar bedah. Dokter juga memberitahu bahwa kondisi Cody tdk stabil dan peluang hidupnya tipis. Utk itu Cody dipindahkan ke RS lain. Setelah menjalani 23 hari di RS dan 15 kali operasi, Cody-pun diperbolehkan utk dibawa pulang.

Sehari sebelum hari Thanksgiving 2001, Cody berhenti bernafas saat di rumah sehingga Tina, ibundanya, memberikan nafas buatan sampai petugas paramedis datang.
Cody-pun akhirnya bisa bernafas kembali dan dikirimkan ke RS Anak. Naas, krn RS tsb tdk memiliki dokter spesialis, shg saat Cody sampai di RS tsb. dia langsung dipindahkan ke RS lain. Di RS tsb Cody kembali menjalani 15 kali operasi, dan hrs tinggal di RS selama 3 minggu.

Desember 2001 Cody dibawa ke Texas Scotties Rite Hospital for Children. Dokter menyatakan bahwa Cody hrs menjalani serangkaian operasi kembali, salah satunya ialah utk mengamputasi kaki kanannya sampai ke lutut, krn. Cody didiagnosa tidak memiliki tempurung lutut (tibia) shg jika tidak diamputasi-pun, dia tetap tidak bisa berjalan. Saat itu dokter masih menunggu perkembangan kaki kirinya. Operasi pertamanya ialah membetulkan posisi pinggul kanannya.

Januari 2002 Cody kembali dilarikan ke RS Anak Dallas, krn ada masalah di perutnya. Ternyata bekas operasinya yg terdahulu mengalami perlengketan. Akibatnya dia harus tinggal di RS selama 10 hari.

Setelah itu Cody masih harus keluar masuk RS dan menjalani berbagai operasi krn bermacam keluhan seperti infeksi dan asma. Bahkan pada November 2002, berdasarkan pemeriksaan MRI, akhirnya diputuskan bahwa kaki kiri Cody hrs diamputasi krn memiliki masalah yg sama spt kaki kanannya.
Utk itu kemudian disiapkan beberapa kaki palsu utk mendukung setiap kegiatan Cody.

Keterbatasannya tdk menghalangi keceriaannya di dalam melakukan setiap aktivitas. Dia adalah anak yg sangat aktif berolahraga. Baik itu menunggang kuda, senam, sepakbola, renang, lari, golf, terbang layang dan berbagai olahraga lainnya.

Saat ini Cody berumur 7 tahun dan sudah duduk di kelas 1 SD. Dia gemar berenang, bermain hockey dan memainkan piano. Dia berharap suatu saat nanti dia bisa mewakili USA di Olimpiade utk cabang lari marathon atau triathlon. Di musim panas tahun lalu Cody mengikuti lomba lari 60 meter dan 100 meter, serta lomba renang 25 meter gaya bebas dan gaya punggung pada University of Central Oklahoma Endeavor Games (yaitu perlombaan utk orang-orang yg memiliki kekurangan fisik), dan memenangkan medali emas di tiap cabang yg dia ikuti. Di bulan Oktober Cody akan mengikuti Lomba Triathlon di San Diego. Kemudian di bulan Desember Cody akan mengikuti lomba marathon di Dallas White Rock Marathon.

Saat ini Cody sangat aktif di dalam membagi kisah hidupnya di berbagai komunitas serta mempromosikan Texas Scottish Rite Hospital for Children serta Chalenged Athletes Foundation. Dia berharap bahwa kehadirannya di depan publik bisa membangkitkan semangat setiap orang yg sedang mengalami hambatan di dalam hidupnya.