Kamis, 21 Januari 2010

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika



Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.

Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.

Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.

Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan.Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata,
"Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini."
Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.

Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.Hingga akhirnya pendeta itu berkata,"Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya."
Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta,
"Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim."
Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."
Kemudian ia beranjak hendak keluar.
Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya.

Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.
Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat."

Si pemuda tersenyum dan berkata,"Silahkan!"
Sang pendeta pun mulai bertanya,
Sebutkan satu yang tiada duanya
dua yang tiada tiganya
tiga yang tiada empatnya
empat yang tiada limanya
lima yang tiada enamnya
enam yang tiada tujuhnya
tujuh yang tiada delapannya
delapan yang tiada sembilannya
sembilan yang tiada sepuluhnya
sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh
sebelas yang tiada dua belasnya
dua belas yang tiada tiga belasnya
tiga belas yang tiada em-pat belasnya
Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh
Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya
Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu

Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"


Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.
Setelah membaca basmalah ia berkata,

Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang.
Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).

Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan,membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.

Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.

Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis.
Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.
Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa

Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah pahala kebaikan.
[b]Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).

Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusuf.

Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat air mancur Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman,'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60)

Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah ialah waktu Shubuh.
[b]Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing." (At-Takwir: 18)

Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,
"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala."
Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,
"tak ada cercaaan ter-hadap kalian."
Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai.
Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai." (Luqman: 19).

Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan iadalah bu Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis,
yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal
dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.
Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih,
yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah
dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita,
sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun,
setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari
maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.
Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi.
Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja.

Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata,
"Apakah kunci surga itu?"

Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah.Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata,
"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"

Pendeta tersebut berkata
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah."

Mereka menjawab,
"Kami akan jamin keselamatan anda."

Sang pendeta pun berkata,
Jawabannya ialah "Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam.
Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa. (sumber ; indonesiaindonesia.com)

Aku Mencintai Muhammad Tanpa Kehilangan Yesus


Aku Mencintai Muhammad Saw Tanpa Harus Kehilangan Yesus. Manuela-Mirela Tanasecu, perempuan asal Bucharest, Rumania ini terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang menganut agama Kristen Ortodoks. Meski tidak terlalu relijius, keluarga Mirela percaya akan adanya Tuhan. Mirela mulai mengenal Islam dari seorang da'i asal Tepi Barat, Palestina, Walid Sulaiman yang kemudian menjadi suaminya.

Tapi sebelumnya, ia sudah tertarik dengan Islam setelah berkunjung ke sejumlah negeri Muslim seperti Yordania, Suriah, Iran, Pakistan, Malaysia dan Indonesia. Setelah menikah dengan Walid pada tahun 1991 di Bucharest, Mirela memutuskan menjadi muslimah. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di Iran, saat melakukan kunjungan ke negara itu.

Mirela tertarik dengan Islam karena menurutnya doktrin-doktrin dalam Islam sangat jelas dibandingkan doktrin-doktrin dalam ajaran agama Kristen. Sebagai contoh, doktrin Trinitas yang dinilainya samar-samar, membingungkan dan sulit dipahami. "Doktrin semacam itu tidak ada dalam Islam yang mengajarkan monoteisme absolut," kata Mirela.


Ia menilai umat Islam lebih serius dalam masalah agamanya dibandingkan kaum Kristiani pada umumnya. "Umat Islam salat lima waktu sehari, sedangkan penganut Kristen ke gereja hanya pada hari Minggu dan kebanyakan yang datang ke gereja juga orang-orang yang sudah tua," ujarnya.

Salah satu perbedaan yang mencolok antara Islam dan Kristen, sambung Mirela, Islam sangat menghormati dan memuliakan para nabi dan rasulnya, tanpa pengecualian. "Ini merupakan titik kekuatan Islam, yang menunjukkan bahwa siapa saja yang mencintai Yesus bisa memeluk Islam tanpa harus menghentikan rasa cinta pada Yesus, karena Islam mengajarkan umatnya untuk meyakini dan mencintai para rasul Allah Swt," papar Mirela.

"Jadi, bisa saya katakan bahwa menjadi seorang muslim, saya mencintai dan memuliakan Rasulullah Muhammad Saw tanpa harus kehilangan Yesus yang dalam Islam dikenal sebagai Nabi Isa," imbuhnya.

Perjalanan Mirela ke sejumlah negeri Muslim membuka matanya bahwa umat Islam adalah umat yang ramah, dermawan dan siap membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan. Sebelum mengenal Islam, Mirale memiliki pandangan yang negatif tentang Islam karena Islam membolehkan seorang suami beristeri hingga empat orang. Mirale menganggap aturan itu merendahkan perempuan. Tapi kemudian, ia menilai lelaki muslim sangat perhatian dengan keluarga dan isterinya dibandingkan lelaki Barat non-Muslim.

Mirale mengatakan, Barat telah salah menilai Islam yang dituding merendahkan kaum perempuan. Pandangan itu muncul karena Barat mendapatkan informasi yang salah dan tidak memahami ajaran Islam yang sesungguhnya. Mirale tidak menepis kenyataan bahwa ada segelintir orang Islam yang berkontribusi menimbulkan pandangan yang salah tentang Islam, karena berperilaku tidak islami.

Sebagai muslimah, Mirale menghimbau para muslimah lainnya agar tidak mencontoh gaya hidup kaum perempuan Barat. Menurutnya, kaum perempuan di Barat sebenarnya sudah menjadi peradaban Barat yang sangat materilistis.

"Barat mengklaim telah membebaskan perempuan. Padahal jika dikaji lebih dalam, kaum perempuan di Barat sebenarnya sudah diperlakukan tidak manusiawi dan dijadikan sebagai komoditi serta obyek seksual semata. Setelah saya mengenal Islam, saya bisa mengatakan bahwa tidak ada agama yang memuliakan perempuan selain Islam," tutur Mirale.

Diet Rasullulah


Semoga artikel ini bisa menjadi tips bagi kita untuk menjaga kesehatan dan bisa menjadi panduan diet yang islami :)

Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yg kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan, dll. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolong ajarkan kepada yang lain.
Inipun adalah diet Rasulullah SAW kita juga. Ustadz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasul tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau ikut diet Rasul ini, tak akan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

* Jangan makan SUSU bersama DAGING
* Jangan makan DAGING bersama IKAN
* Jangan makan AYAM bersama SUSU
* Jangan makan IKAN bersama SUSU
* Jangan makan IKAN bersama TELUR
* Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
* Jangan makan SUSU bersama CUKA
* Jangan makan BUAH bersama SUSU (contoh : KOKTEL)

CARA MAKAN

* Jangan makan buah setelah nasi, tapi makanlah buah terlebih dahulu. kecuali, kalau buah terlalu asam.
* Tidur 1 jam setelah makan tengah hari
* Jangan pernah meninggalkan makan malam. “BARANG SIAPA YG TINGGAL MAKAN MALAM DIA AKAN DIMAKAN USIA DAN KOLESTEROL DALAM BADAN AKAN BERGANDA”.
* Nampak sulit memang…tapi, kalau tak percaya, cobalah…Pengaruhnya tidak dalam jangka pendek tapi akan berpengaruh bila kita sudah tua nanti.
* Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu, karena cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yg menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+, sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yg akan dapat merusak usus.

Al-Quran juga mengajarkan kita menjaga kesehatan seperti membuat amalan antara lain :

* Mandi pagi sebelum shubuh, sekurang-kurangnya sejam sebelum matahri terbit. Air sejuk yg meresap ke dalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita bisa saksikan orang yg mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk
* Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit.
* Waktu sembahyang shubuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang-kurangnya semenit setelah membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala

Dari artikel myquran.com

Jutawan Bodoh Dan Anak Cerdik


Suatu ketika, ada seorang jutawan bernama Pak Uangku. Ia sangat mencintai uang lebih dari apapun yang ada di dunia. Pak Uangku sangat kaya, tapi ia tidak tahu pasti berapa jumlah kekayaannya. Suatu hari ia menyewa seorang anak kecil bernama Smarty untuk menghitung uangnya.


Smarty hanya butuh waktu 6 (enam) hari untuk menghitung jumlah uang Pak Uangku. Pada hari ke-6, Smarty melaporkan pada Pak Uangku bahwa jumlah uangnya ada RP 42 milyar. Pak Uangku sangat senang. Kemudian dengan pandangan licik, Pak Uangku menanyakan ongkos yang diminta Smarty.

Kata Smarty, “Karena saya bekerja selama 6 hari, saya minta RP 2 (dua rupiah) pada hari pertama. Pada hari kedua, upah hari pertama (RP 2) dikalikan dengan jumlah angka itu sendiri, jadi RP 4 (empat rupiah). Pada hari ketiga, jumlah upah hari kedua (RP 4) dikalikan jumlah angka itu juga (4), jadi RP 16 (enam belas rupiah). Pada hari keempat, jumlah upah hari ketiga (RP 16) dikalikan 16 pula, jadi RP 256. Pada hari ke….”

“Stop!”, kata Pak Uangku. “Aku akan membayar ongkosnya!” Pak Uangku tak mau mendengar sampai akhir penjelasan Smarty. Ia berpikir kalau Smarty itu bodoh karena uang yang dimintanya hanya sedikit.

Pak Uangku langsung menghitung sejumlah uang untuk diberikan pada Smarty. Namun apa yang terjadi ???...
Begitu selesai menghitung, ternyata jumlah yang diminta Smarty adalah sama dengan jumlah seluruh uangnya !!!

Di akhir cerita, Smarty menjadi kaya raya. Sedangkan Pak Uangku jatuh miskin. Mengapa demikian ???...
Ternyata….Pak Uangku tak memahami matematika, khususnya bilangan kuadrat.


Lihat Tabel di Bawah ini :

Hari ke
Jumlah Upah n Kuadrat
Jumlah Akhir
1
2
2
2
2 x 2
4
3
4 x 4
16
4
16 x 16
256
5
256 x 256
65.536
6
65.536 x 65.536
4.294.967.296


Hmmm…apa makna dari cerita itu…?!?!.....ada beberapa hal yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita dari cerita tersebut, yaitu :

1). Jangan menjadi orang yang serakah dan cinta pada harta.
Dalam buku Tanbihul Ghafilin (Abullaits Assamarqandy) disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Aku memastikan adanya 3 bagi 3 yaitu bagi orang yang sibuk dunia, rakus (thama’) kepada dunia, dan bakhil terhadap dunia, pasti ia akan menderita kekurangan yang tidak ada cukupnya, sibuk yang tidak ada liburnya dan risau yang tidak ada senangnya.”

Syaqiqi Albakhi berkata : Saya telah menyimpulkan dari 4000 hadits menjadi 400, dari 400 menjadi 40, dan dari 40 menjadi 4 hadits, dan salah satu dari ke-4 hadits itu adalah : “Jangan mengikat hatimu pada harta sebab harta itu hanyalah pinjaman, mungkin bisa saja hari ini harta tersebut menjadi hakmu namun esok hari bisa jadi merupakan hak orang lain maka jangan susah payahkan dirimu untuk kesenangan orang lain di mana kesenangan tersebut untuk orang lain sedangkan tanggungan dosanya engkau yang menanggungnya sendiri. Dan jika hatimu terikat pada harta maka engkau akan bakhil, tidak mengeluarkan kewajiban di jalan Allah, takut miskin dan menurut kepada bisikan syetan.”


2). Penting sekali bagi seseorang untuk membekali dirinya dengan ilmu (dan tentunya sebagai seorang muslim, juga perlu dibekali dengan iman) supaya tidak terjerumus dalam kesesatan dan kerugian akibat kebodohan diri sendiri.

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas’uud r.a. berkata :
“Dua macam kerakusan yang tak kunjung kenyang yaitu (1) yang menuntut ilmu dan (2) yang mengejar dunia. Tetapi keduanya sangat berbeda, bertolak belakang. Adapun yang menuntut ilmu maka akan selalu bertambah diridhoi Allah, sedangkan yang mengejar kekayaan dunia akan bertambah merajalela dalam kesesatannya.”
Kemudian ia membaca : “Innamaa yakh sya Allah min ibaadihil ulamaa’u (Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama, yang mengenal Allah)”. Lalu membaca : “Kallaa innal insaana layathgha an ra’aahus taghna (Tidak, tidak demikian, tetapi manusia akan melampaui batas bila ia merasa kaya, tidak berhajat kepada yang lain).”


Intermezzo :

Cinta Harta dan Kebodohan menjadi 2 (dua) senjata ampuh yang mampu membuat seseorang (bahkan sebuah negara) terperosok ke dalam jurang kehancuran dan kerugian. Kondisi sulit yang sedang dialami oleh bangsa ini penyebab utamanya tidak jauh-jauh dari kedua hal itu. Yaitu orang-orang yang berintelektual tinggi dan berkewenangan mengemban amanah hajat hidup orang banyak, (tega) melakukan kebohongan public karena dorongan kecintaannya pada harta yang bertumpuk-tumpuk sehingga menyengsarakan hidup orang lain karena dorongan keserakahannya itu. Sedangkan orang-orang awam, tidak tahu menahu bahwa mereka sudah “diakal-akalin” (baca : “dibodoh-bodohin”) oleh orang-orang yang diberi kepercayaan oleh mereka. Lalu di sisi lain, golongan intelektual pengemban amanah rakyat itu , baik disadari atau tidak, mereka juga telah “dibodoh-bodohi” oleh “dunia” yang mengikatnya (skenario konspirasi).

Sufyan Ats Tsauri Dan Kisah anak Tukang Riba


Innalloha wa malaikati yushollu ala nabi, yaa ayyuhalladziina amaanu shollu alaihi wa saliimu taslima.

Sufyan ats-Tsauri menuturkan, “ Aku pergi haji. Manakala Tawaf di Ka’bah, aku melihat seoerang pemuda yang tak berdoa apapun selain hanya bershalawat kepada Nabi SAW. Baik ketika di Ka’bah, di Padang Arafah, di mudzdalifah dan Mina, atau ketika tawaf di Baytullah, doanya hanayalah shalawat kepada Baginda Nabi SAW.”
Saat kesempatan yang tepat datang, aku berkata kepadanya dengan hati-hati, “Sahabatku, ada doa khusus untuk setiap tempat. Jikalau engkau tidak mengetahuinya, perkenankanlah aku mengajarimu.” Namun, dia berkata, “Aku tahu semuanya. Izinkan aku menceritakan apa yang terjadi padaku agar engkau mengerti tindakanku yang aneh ini.”
“Aku berasal dari Khurasan. Ketika para jamaah haji mulai berangkat meninggalkan daerah kami, ayahku dan aku mengikuti mereka untuk menunaikan kewajiban agama kami. Naik turun gunung, lembah, dan gurun. Kami akhirnya memasuki kota Kufah. Disana ayahku jatuh sakit, dan pada tengah malam dia meninggal dunia.

Dan aku mengkafani jenazahnya. Agar tidak mengganggu jemaah lain, aku duduk menangis dalam batin dan memasrahkan segala urusan pada Allah SWT. Sejenak kemudian, aku merasa ingin sekali menatap wajah ayahku, yang meninggalkanku seorang diri di daerah asing itu. Akan tetapi, kala aku membuka kafan penutup wajahnya, aku melihat kepala ayahku berubah jadi kepala keledai. Terhenyak oleh pemandangan ini, aku tak tahu apa yang mesti kulakukan. Aku tidak dapat menceritakan hal ini pada orang lain. Sewaktu duduk merenung, aku seperti tertidur.

Lalu, pintu tenda kami terbuka, dan tampaklah sesosok orang bercadar. Seraya membuka penutup wajahnya, dia berkata, “Alangkah tampak sedih engkau! Ada apakah gerangan?” Aku pun berkata, “Tuan, yang menimpaku memang bukan sukacita. Tapi, aku tak boleh meratap supaya orang lain tak bersedih.”

Lalu orang asing itu mendekati jenazah ayahku, membuka kain kafannya, dan mengusap wajahnya. Aku berdiri dan melihat wajah ayahku lebih berseri-seri ketimbang wajah tuanya. Wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Melihat keajaiban ini, aku mendekati orang itu dan bertanya, “Siapakah Anda, wahai kekasih kebaikan?” Dia menjawab, “Aku Muhammad al Musthafa” (semoga Allah melimpahkan kemuliaan dan kedamaian kepada Rasul pilihanNya). Mendengar perkataan ini, aku pun langsung berlutut di kakinya, menangis dan berkata, “Masya Allah, ada apa ini? Demi Allah, mohon engkau menjelaskannya ya Rasulullah.”

Kemudian dengan lembut beliau berkata, “ayahmu dulunya tukang riba. Baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Wajah mereka berubah menjadi wajah keledai, tetapi disini Allah Yang Mahaagung mengubah lagi wajah ayahmu. Ayahmu dulu mempunyai sifat dan kebiasaan yang baik. Setiap malam sebelum tidur, dia melafalkan shalawat seratus kali untukku. Saat diberitahu perihal nasib ayahmu, aku segera memohon izin Allah untuk memberinya syafaat karena shalawatnya kepadaku. Setelah diizinkan, aku datang dan menyelamatkan ayahmu dengan syafaatku.”

Sufyan menuturkan, “Anak muda itu berkata, “Sejak saat itulah aku bersumpah untuk tidak berdoa selain shalawat kepada Rasulullah, sebab aku tahu hanya shalawatlah yang dibutuhkan manusia di dunia dan di akhirat.”
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail Alaihumus Salam telah berkata kepadaku. Jibril As. berkata, “Wahai Rasulullah, siapa yang membaca shalawat atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan kubimbing tangannya dan akan ku bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”
Berkata pula Mikail As., “Mereka yang bershalawat atasmu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” Dan Israfil As. berkata pula, “Mereka yang bershalawat kepadamu, maka aku akan bersujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT mengampuni orang itu.”

Kemudian Malaikat Izrail As. pun berkata, ”Bagi mereka yang bershalawat atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi.”
Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Sementara para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang bershalawat atas Rasulullah SAW. Dengan kisah yang dikemukakan ini, semoga kita tidak akan melepaskan peluang untuk selalu bershalawat kepada pemimpin kita, cahaya dan pemberi syafaat kita, Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah SWT, Rasul, dan para MalaikatNya.

Semoga shalawat, salam, serta berkah senantiasa tercurah ke hadirat Nabi kita, Rasul kita, cahaya kita, dan imam kita, Muhammad al Musthafa SAW beserta seluruh keluarga, keturunan, dan sahabat-sahabat beliau, dan seluruh kaum mukmin yang senantiasa untuk melazimkan bershalawat kepada beliau. Amin.


Disadur dari buku : Hikayat-Hikayat Spiritual Pencerahan Matahati “Nafas Cinta Ilahi

Rabi'ah Al-Adawiyah berkata:


"Tuhanku, jika aku mengabdi kepada-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalamnya.Dan jika aku mengabdi kepada-Mu karena mengharapkan surga, jauhkanlah aku daripadanya. Tetapi jika Kau kupuja karena Engkau, janganlah Engkau sembunyikan kecantikan-Mu yang kekal dariku."

"Ya Tuhan, bintang di langit telah gemerlapan, orang-orang telah bertiduran, pintu-pintu istana telah dikunci, dan tiap kekasih telah menyendiri dengan kekasihnya, dan inilah aku di hadirat-Mu."

"Tuhanku, malam telah berlalu dan siangpun segera menampakkan diri. Aku gelisah, apakah amalanku Kau terima hingga aku merasa bahagia, ataukah Engkau tolak hingga aku merasa sedih. Demi kemuliaan-Mu, inilah yang aku lakukan selama Engkau beri hayat. Sekiranya Engkau usir aku dari depan pintu-Mu, aku tidak akan pergi, karena cinta pada-Mu telah memenuhi hatiku."

"Wahai kekasih hati, hanya Engkaulah yang aku cintai. Beri ampunlah pembuat dosa yang datang ke hadirat-Mu. Engkau harapanku, kebahagiaan, dan kesenanganku. Hatiku telah enggan mencintai selain dirimu."

"Aku mencintai-Mu dengan dua cinta, cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu. Cinta karena diriku adalah keadaanku senantiasa mengingat-Mu. Dan cinta karena diri-Mu adalah, menyingkapkan tabir hingga Engkau kulihat.. Pujian bukanlah bagiku, tapi bagi-Mu lah pujian untuk semuanya."

Nauru.... Negara Paling Kecil


Negara itu hanya sebuah pulau. Selama ribuan tahun terisolasi dari dunia luar. Ia pernah tercatat sebagai salah satu negara kaya dalam daftar negara terkaya di dunia!
Pulau kecil itu terletak sejajar di ujung timur Pulau Papua, antara Hawai (AS) dan Australia. Persisnya di tengah Samudera Pasifik. Termasuk bagian gugus Kepulauan Micronesia, salah satu dari tiga kelompok pulau di jajaran Kepulauan Pasifik.
Namanya Nauru. Sebuah negara yang terdiri dari satu pulau seluas 21 kilometer persegi. Dengan fasilitas satu akses jalan raya beraspal yang mengelilingi pulau, satu jalur kereta api, 2 rumah sakit pemerintah, 11 klinik, satu kantor pos, 1 pasar, 1 hotel, 1 pelabuhan, 1 bandara, 2 restoran, 5 sekolah playgrup, 1 sekolah dasar, 1 sekolah lanjutan, 1 sekolah misi Katolik Roma, dan 1 sekolah tinggi keguruan.

Negara pulau yang juga berjuluk “Happy Island” ini berbentuk republik dengan presiden sebagai kepala negara. Sistem ketatanegraanya sederhana dengan satu pusat pemerintahan.

Roda pemerintahan diatur oleh presiden dan kabinetnya plus 18 anggota parlemen. Pemilihan anggota parlemen dilakukan dalam pesta demokrasi tiga tahun sekali.
Geografi Nauru

Nauru adalah negara terkecil ketiga setelah Vatikan dan Maroco. Memiliki 10 daerah komunitas (semacam kompleks konsentrasi penduduk), dan tak memiliki ibukota negara kecuali kompleks yang disebut Goverment Centre (bangunan pusat pemerintahan/eksekutif) dan House of State (semacam gedung parlemen/legislatif) di bagian Selatan pulau.

Nauru merupakan sebuah pulau berbentuk oval yang dililit sabuk karang melingkar di dekat pantainya. Dengan tepi pulau yang cenderung terjal bertebing rata-rata 30 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara topografinya berupa plato (dataran luas) sampai setinggi 61 mdpl.
Pulaunya persis dilintasi katulistiwa yang lebih condong ke belahan bumi selatan. Hal ini membuat negara Republik Nauru beriklim tropis dengan suhu terendah 24 derajat celcius dan suhu terpanas 34 derajat celcius.

Walau termasuk pulau karang yang berbatu, lapisan tanah Pulau Nauru tergolong subur. Karena hampir 70% plato pulau itu ditutupi lapisan fosfat. Sementara area tanah tersubur terdapat di sekitar laguna (semacam danau kecil) yang terletak di plato wilayah barat daya. Tak jauh dari daerah komunitas Yangor.

Penduduk dan Perekonomian
Sebagai negara kecil, populasi di Nauru tak lebih dari 13.000 orang yang lebih dari separuhnya berdomisili di selatan pulau dekat dengan pusat pemerintahan. Penduduk asli negara ini adalah orang-orang Nauru yaitu suku bangsa campuran Polinesia, Micronesia, dan Melanesia. Mereka berbicara dalam bahasa Nauru dan Inggris.
Di samping penduduk asli, ada juga kaum pendatang. Umumnya dari Australia, RRC, Kiribati, dan Tuvalu. Kaum pendatang ini adalah pekerja kontrak untuk pertambangan fosfat yang menjadi hasil utama dan terbesar Republik Nauru.
Fosfat adalah senyawa kimia penting yang terbentuk dari endapan kotoran burung selama ribuan tahun.

Biasanya dimanfatkan untuk pupuk dan kegunaan kimiawi terbatas lainnya. Nauru adalah satu dari sedikit negara pengekspor fosfat terbesar di dunia. Menjadi sumber satu-satunya kekayaan negeri yang merdeka sejak 1968.

Di samping menambang dan mengekspor fosfat, Nauru juga punya perusahaan perkapalan dan penerbangan. Keduanya perusahaan pemerintah dalam bidang transportasi ini melayani jalur pelayaran dan penerbangan di wilayah Pasifik.

Selain itu, negara yang pernah sangat makmur ini juga punya industri lokal perikanan dan pembuatan kano (kapal kecil untuk olahraga). Begitu pun, untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya, Nauru senantiasa mengimpor dari negara tetangga terutama Australia. Impor utama itu termasuk otomotif (kendaraan), makanan, perabot, mesin, obat-obatan, sepatu, bahkan air bersih.
Semuanya dibayar dengan dolar Australia sebagai acuan kurs mata uang resmi negara itu.

Di Ambang Kebangkrutan
Kekayaan yang melimpah tak selamanya memberikan jaminan kemakmuran. Mabuk kepayang dalam kemewahan bisa berubah menjadi bencana. Inilah yang terjadi dalam perjalanan negara Republik Nauru.

Nauru pernah dikenal sebagai satu dari negara terkaya di dunia. Dengan karunia kandungan alam yang melimpah dan menjadi sentra tambang fosfat utama dunia. Dalam pasar ekspor dan ekonomi industri, Nauru dijuluki “Negara Fosfat”. Ini karena 70% kandungan tanah di Pulau Nauru terdiri dari endapan kotoran burung yang menjadi fosfat.

Sejak mengelola sendiri industri dan pertambangan fosfatnya, Nauru menjadi negara paling surplus. Selama 40 tahun negara itu berubah menjadi negara mewah dengan pemerintah yang paling royal terhadap rakyat, dan punya standar hidup kaum jet set. Nilai eksport fosfat yang sangat mahal dan bernilai tinggi itu ternyata mengaburkan “kewaspadaan” Nauru sebagai negara dan bangsa.

Dengan segala kemewahan yang didapat dari fosfat, pemerintahnya menjadi kurang kontrol terhadap manajemen keuangannya. Begitu pun rakyatnya terlalu dimanjakan sehingga lambat laun berubah menjadi bangsa yang hidup enak dan “malas”. Di Nauru bahkan tidak ada yang namanya pers dan penyiaran elektronik.

Rata-rata setiap penduduk mempunyai fasilitas perumahan dan barang lux. Walau jalan raya di seluruh pulau itu bisa dikelilingi selama 20 menit saja, namun setiap rumah setidaknya punya dua mobil dan satu di antaranya pasti mobil mewah kelas dunia.
Sangkin royalnya pemerintah, rakyat tak dikenakan pajak, biaya pendidikan dan kesehatan digratiskan, dan kehidupan harian (pangan) disubsidi negara. Bahkan hampir 80% angkatan kerja diberi pekerjaan di instansi pemerintah. Sebagai pegawai negeri mereka tidak terikat jam kerja. Bahkan seorang pengangguran sekalipun bisa menikmati kemewahan, karena disubsidi penuh oleh negara.

Bahkan pemuda Nauru yang ingin meneruskan sekolah di perguruan tinggi akan diberikan beasiswa, akomodasi, dan transportasi memadai untuk menimba ilmu di luar negeri (biasanya ke Australia). Begitu juga dengan pasien yang butuh perawatan khusus.
Semua kemewahan dan kesenangan itu, membuat rakyat menjadi malas bekerja dan menghabiskan waktu untuk menikmati semua kesenangan hidup. Untuk mengelola semua pekerjaan yang membutuhkan pemikiran (manajerial) dan pekerja lapangan (field skill), pemerintah Nauru memakai tenaga ekpatriat (pekerja asing) yang mayoritas dari Australia, RRC, Kiribati dan Tuvalu.

Selama tambang fosfat masih menghasilkan mungkin gaya mewah penduduk Nauru ini tak jadi masalah. Karena tercatat pendapat rata-rata penduduk Nauru jauh melebihi ambang lebih dari cukup pada standar pendapatan penduduk dunia.

Namun dalam lima tahun terakhir, negara mulai menyadari bahwa cadangan fosfat mulai habis. Hal itu disadari pada waktu yang sudah sangat terlambat. Di mana telah terjadi penurunan ekspor drastis dari angka 200 juta ton setiap tahunnya mendekati angka puluhan ton dalam tahun-tahun terakhir.

Sebelumnya, Pemerintah Nauru memang sudah melakukan investasi di Australia mencapai angka miliaran dolar AS. Namun karena orang-orang Nauru tak mahir mengelola keuangan, modal investasi itu hanya tersisa sejutaan do-llar saja. Satu-satunya investasi pada bangunan yang masih tetap berdiri di Australia adalah House of Nauru, yaitu bangunan 52 tingkat milik negara Nauru, dan dua gedung lain di kepulauan Pasifik. Anekdot terhadap gedung ini: Seandainya Pulau Nauru tergadai, maka seluruh penduduk akan pindah ke House of Nauru!

Ya, Nauru kini berbeda dengan Nauru di masa empat puluhan tahun yang lalu. Negara pulau itu kini sudah di ambang kebangkrutan. Bahkan perusahaan perkapalan dan penerbangannya sudah nyaris tutup. Yang tersisa hanya sedikit kapal kecil dan satu pesawat terbang kenegaraan. Padahal sebelumnya Nauru punya sejumlah armada kapal mewah dan beberapa pesawat terbang komersil. Namun semua aset itu sudah dijual.
Bahkan kekhawatiran akan kemiskinan sudah mendera penduduk dengan pemotongan dan penghapusan subsidi. Sementara produksi tambang fosfat sudah mencapai angka minimal dan hanya meninggalkan lubang menganga di plato pulau Nauru!